Sejak kecil, kita diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap diri kita, keluarga, dan lingkungan. Beberapa orang yang gw temui (kalau tidak semuanya), bercerita tentang tanggung jawab. Beberapa kalimat yang bisa gw kutip
"Gw harus menanggung keluarga gw karna bokap gw udah gak ada, dan nyokap gw gak kerja."
"Sejak kecil, gw sering ngedenger nyokap gw curhat sama gw."
"Gw sering disuruh ngomong ke kakak gw kalo orang tua ada masalah dengan mereka."
"Bokap gw sakit dan gak mau makan. Dia hanya mau denger kalo gw yang suruh."
"Kakak elo akan menjadi tanggung jawab elo kelak. Harus elo yang jagain."
...
...
dan begitulah ceritanya. Sebagian (kalau tidak semua) dari mereka merasa terbebani dengan tanggung jawab tersebut. Terbebani karena harus bertanggung jawab terhadap hidup yang sebenarnya bukan miliknya.
Lalu banyak di antaranya yang ingin lari dari tanggung jawab itu, tetapi tidak mampu. Kemudian karena tidak mampu, ada yang pasrah dengan keadaan (dan menerima) kewajiban bertanggung jawab dengan lapang dada (menikah, membiayai, mengurusi), ada juga yang mengerjakannya sambil bersungut-sungut di dalam hatinya diikuti perasaan terbebani, sedangkan yang lain lagi berlari sama sekali dari tanggung jawabnya. Tidak mau mengingat dan melihat, bila mungkin tidak pulang ke rumah.
Pada banyak potongan, semua bercerita tentang tanggung jawab di luar yang biasa terjadi pada anak-anak umumnya. Dan sampai pada suatu titik mereka hanya bisa menangisi diri mereka sendiri karena mereka tidak bisa menangis pada keluarganya. Setelah itu mereka pun akan mencari orang lain (yang dianggap kuat) untuk berbagi tanggung jawab dengannya... dan voila they are all gay...
Halah... berteori saja kau ini... teori tak berdasar... tidak juga bisa dijadikan alasan untuk menjadi gay... kalo sekong yang sekong aja kaleeee....
Men In SSS-Shorts : Rujak Banci, Mas?
3 hours ago

8 comments:
Anjrit..... 3 dari 5 quote itu ada di diri gw days.... dan gw gay with a big pride in my heart
kok bisa sih???
Loe memang jago kalo bikin teori kehidupan, hahahaha....
Mohon petunjuk, suhu!!!
SIYAL!!! Kali ini bener-bener bikin gw ketohok!
Tapi day, ga semua orang yang ada dalam keadaan kaya gitu terus jadi gay juga lo. Mungkin ini juga cuma salah satu trigger, kaya yang diomongin apisindica di postingannya tentang genetik..
Sebenarnya gw juga penganut paham psikiatri Biologi, Zhou Yu... makanya kenapa gw add tulisan merah di bawah itu... karna menurut gw... teori tidak berdasar yang gw tulis itu tidak bisa disamaratakan untuk semua orang... itu hanyalah hasil pengamatan yang tidak bisa menjadi sumber ilmiah yang memadai
Sinting maut... mungkin karena kita sama-sama sinting dan mendekati maut kali ya???
dan voila they are all gay... --> orang non-gay juga mengalami hal yg sama kok days(selain diluar keharusan menikah :p)
Mungkin karena tmn2 deket loe bnyk gay shg yg curhat ke loe ya mereka-mereka itu (selain fakta bahwa gay lbh terbuka terhadap sesamanya)
Kok gue lebih melihat ini sebagai curhatannya Days yah!!! Huahahaha
But, soal lari dari tanggung jawab atau tidak itu tergantung dari kepribadian seseorang, dan ketika orang itu berlari atau menghindar tidak lantas menjadi sekhong kan? (udah lama gue nggak denger istilah sekhong).
But for gay, not all gays, mereka itu hidupnya anti kemapanan. Kalo ada istilah antikemapanan pasti konotasinya lari dari tanggung jawab atau kurang bertanggung jawab terutama sama dirinya sendiri.
Meskipun gue nggak kuat-kuat amat, gue mau kok berbagi tanggung jawab sama lu Days.Setidaknya berbagi kesedihan. Naon nya? huahahaha. Teu nyambung.
hi.....
salam kenal
Iya, Lucky... itu juga gw mengerti, kalo banyak yang bukan sekong juga seperti itu... hanya menulis teori tidak berdasar aja kok... :D
Yuda! Diem... Banyak kok gay yang tidak antikemapanan... hehehehe
Salam kenal kepompong... adooh... kamu mengingatkanku pada seseorang... hahahaha
HAUhauahuahauah!!! endingnya itu loooo
Post a Comment