
Blog pertama di tahun yang baru. Sebenarnya gw masih juga belum mau menuliskan blog. Beberapa alasan adalah
- Gw lagi ga punya ide yang menarik (sebenarnya biasanya juga gak menarik-menarik amat), tapi maksudnya, gw gak punya ide menjadikan dalam bentuk kata-kata kejadian di sekitar gw.
- Gw sejak pulang ke darat maunya olahraga mulu... nge-gym tanpa henti. Abis gym yoga, abis yoga berenang, abis berenang lari. Dan semua kembali lagi ke siklus semula.
- Belum lagi begitu gw di darat, gw kalap nerima kerjaan jaga rumah sakit, jaga praktek, dan berbagai yang bisa menghasilkan uang.
- Ketambahan lagi gw waktu tahun baru jalan keluar sama teman mulu.
Praktis gw gak punya waktu untuk berpikir apa sih yang gw mau tulis (atau gw membuat seakan gw gak punya waktu karena otak gw gak dipake buat mikir? Sok sibuk abis... situ selebritis {atau selebrita... orang yang membuat berita} hehehehe). Akhirnya gw mencoba kembali menulis kembali apa yang ada di pikiran gw.
Pernah beberapa saat yang lalu gw begitu marah, dan tidak senang dengan seseorang yang menurut gw mengambil dunia gw yang gw anggap sudah stabil dan seharusnya bisa menetap seperti itu. Seperti halnya si Zhou Yu yang begitu menyenangi rutinitas dan kebosanan, yang menurut dia adalah suatu keindahan, gw juga kurang lebih begitu. Tapi kalau mau gw seperti itu dan Yang Punya Hidup bilang ngga, ya ceritanya bakal berkata lain.
Beberapa saat yang lalu gw sudah mulai bisa tidak memperdulikan kehilangan gw akibat hal di atas. Gw sudah mulai tidak menghiraukan. Mulai jadi apatis kalau gw bilang. Keingatan omongan teman gw, Berlian (yang baru kehilangan keluarga dan anaknya karena sesuatu dan lain alasan),
"Pada akhirnya kita memang akan sendiri. Sendiri dalam hidup. Keterikatan kita pada teman, suami, anak, orang tua, dan lainnya. Akhirnya harus kita lepaskan juga."
Dari apatis yang gw alami akhirnya gw mulai berpindah (secara tidak sadar) ke secara tulus melepaskan, dan gw akhirnya mengakui di dalam hati gw kalau gw masih sayang dengan sahabat gw satu itu. Gw bisa dengan tulus melepaskan apa yang menjadi indah buat dia, menjadikannya bahagia, adalah sesuatu yang baik buat gw juga. Gw hanya perlu mencari hidup dan teman yang baru.
Seperti dalam buku Who Move My Cheese, gw harus menjadi tikus yang selalu mencari sumber-sumber keju baru, dan dengan demikian gw akan selalu siap ketika kehabisan yang lama. Pemikiran gw yang menyatakan bahwa kejadian yang waktu itu adalah egoisme dari seorang sahabat yang melupakan sahabatnya, juga mungkin perlu gw periksa lebih jauh lagi dengan melihat bahwa egoisme itu juga melibatkan diri gw sendiri yang ternyata juga tidak bisa memberikan ruang gerak yang besar. Tidak memperhatikan kebutuhan orang lain. Karena merasa dunia berputar di sekitar dirinya sendiri.
Mungkin seperti apa yang gw sering kali ketemu di Alkitab, tapi gw sendiri jarang dan sulit mengimplementasikannya adalah:
"Why do you look at the speck of sawdust in your brother's eye and pay no attention to the plank in your own eye? 4How can you say to your brother, 'Let me take the speck out of your eye,' when all the time there is a plank in your own eye? 5You hypocrite, first take the plank out of your own eye, and then you will see clearly to remove the speck from your brother's eye." (Matthew 7:3-5)Rasanya pengen teriak ama diri sendiri, "BENCOOOONG!!!! It's time for you to give people time. Dunia gak berputar di sekitar lo doang tau!" (tetep ya... masih ada yang berputar di sekitar gw... hehehehe)

6 comments:
happy for you. keep on moving and growing.
ternyata lo membaca juga... kirain... dah sibuk di dunia barunya :p
Ooops.. sabar Days. Kenapa sinis begitu comment nya :)... Ikhlaaaasss.. Ikhlaaas....
Cheers
ehehehehe... tampak tidak ikhlas ya commentnya? Ikhlas kok ikhlas... sambil menggigit bibir (hehehehe kidding)
Hehe, yang terlihat membosankan maksud gw. hal2 kecil yg indah.
BTW, gw bkn kelairan 91. Umur gw dah kepala 2 kalee.
ohohohoho... kirain kelahiran 91... waks... masih belasan tahun.... hehehehe...
Post a Comment