
Kalau lagi di peradaban (kayak sekarang gw gak hidup di peradaban aja...), sekarang orang-orang (yang ngerayain Natal) biasanya bakal banyak siap-siap. Serba sibuk, karna malamnya dah mulai malam Natal, yang mana, biasanya dah pada mulai dengan acara keluarga, makan-makan, ke gereja. Semua dibuat dengan sebuah persiapan matang biasanya. Sematang daging-daging yang lagi dimasak. Kalau bisa gak ada yang kelewat. Kalau masih ada uang lebih biasanya bakalan ada baju baru dan kado-kado Natal.
Untuk pertama kalinya gw Natalan agak jauh dari peradaban (yang ngerayain Natal... jadi hanya ada beberapa orang di sini yang juga ngerayain Natal, tapi most don't). Jadi christmas ambience-nya agak kurang. Sebelumnya emang gw jarang Natalan di rumah (karna seribu satu halangan, seperti gw ada di daerah, ato gw gak bisa balik karna harus masuk, atau gw ujian tanggal 26nya).
Tapi waktu itu gw selalu ada di lingkungan orang yang merayakan Natal. Seperti waktu gw di daerah, kecamatan gw 98% Natalan. Jadi sejak masuk bulan Desember, gereja pagi-pagi selain ada khotbah di bukit (iya gerejanya di bukit dengan microphone dari Bapak Pendeta berbicara) plus abis itu lagu natal dah bertebaran di mana-mana. Belum lagi dengan acara Natal keluarga dan lingkungan dan gereja, dan kecamatan, dan puskesmas, dan lain-lain yang ngga habis-habisnya. Suasananya natalan banget. Penuh perayaan.
Waktu di Semarang atau di Jakarta, suasanya Natal juga kerasa. Tinggal ke mall, liat toko-toko dan hiasannya, udah deh kerasa natal. Buka televisi juga kerasa suasananya. Belum lagi tinggal melipir ke gereja, dan kerasa deh suasananya. Komersialisasi berhasil menciptakan suasana natal. Paling ngga kerasa.
Di sini dengan sambungan televisi bareng-bareng, atau dengan tidak ada komersialisasi, atau bahkan ibadah bersama (yang bisa membuat suasana natal), suasana jadi agak kurang kerasa. Atau cenderung gak berasa.
Masa sih? Berasa juga sih. Tapi yang gw temukan tahun ini adalah natal yang sederhana. Yup... seperti pada waktu awalnya sebenarnya. Waktu itu Yang Dirayakan Waktu Natal juga lahirnya di tempat yang sederhana. Jauh dari hiruk pikuk kemewahan, dan jauh dari perayaan besar. Yang ada di sekitarNya waktu itu adalah sesuatu yang berbau pekerjaan: kandang beserta hewan-hewan, orang tua yang pergi ngantri NPWP (mendaftar ke Bethlehem gitu), trus belum lagi gembala-gembala (bukan orang gendut ya... ini gembala beneran) yang juga datangnya dari tempat kerja (muscle kali yak! hihihihi...). Mereka juga orang miskin lho! Beberapa waktu kemudian, baru ada orang pinter dari Timur (yang lumayan kaya), yang datang ngikutin bintang karena belajar (sebuah proses bekerja dan pembuktian theorema juga keliatannya).
Semuanya lagi kerja kok... Yang pasti ada waktu itu adalah suasananya DAMAI. Semua dari mereka yang datang dalam kondisi kerja dan sederhana, tapi semuanya merasakan DAMAI dan BAHAGIA. Itu juga yang gw rasakan. Tanpa apa-apa untuk merayakan Natal, tapi yang gw bisa alami adalah esensi yang sebenarnya DAMAI dan BAHAGIA untuk diri gw sendiri, yang mudah-mudahan bisa dirasakan juga oleh orang-orang di sekitar gw. Gak perlu Selamat Natal dan kado-kado bagus. DAMAI dan BAHAGIA ini sudah cukup kok!
SELAMAT HARI NATAL ya! Semoga DAMAI dan BAHAGIA bisa menetap terus dan bukan buat natalan doang ya!
PRETTIGE KERSDAGEN, MERRY CHRISTMAS, JOYEUX NOEL, GOD JUL wish you PEACE and HAPPINESS throughout the life, every year, everyday.

4 comments:
Selamat natal ya sayang. May God Bless you :)
Selamat Natal Dear friend. Semoga natal ini menjadi berkah!
aduuh... hatur nuhun pisan yak!
Bagian basa basinya udah di chat..
Niwe.. mana postingan baru! Ditunggu updatenya yaaa... jangan terlalu sibuk mikirin Norway deh.. pikirin juga penggemarmu ini hihihi (egois mode on)...
Post a Comment