
Akhirnya setelah sebuah long instability, now days is back and start standing on his feet. Paling ga mulai mijak bumi dan gak limbung. Thanks to many persons that really love me and provide me with love. Yes, mbak Pop. Ada cinta yang seperti itu.
Gw pengen cerita sesuatu, tapi FYI tulisan gw berikut ini tidak mengacu ke siapa-siapa, dan sesuatu. So please, bagi yang merasa kenal gw personally atau berpikir mengenal gw personally, jangan diinterpretasikan ya!
Pernah berpikir ga, mana lebih sulit meraih atau melepaskan? Gw bisa bilang dua-duanya sama sulitnya.
Tahun lalu buat gw adalah tahun meraih. Dalam satu tahun gw meraih sangat banyak hal, mulai dari selesai PTT, jalan-jalan ke luar negri, trus gw pulang langsung sekolah lagi, dan di akhir tahun gw buka usaha sendiri. Even more, gw merasa di sekitar gw, banyak orang yang mencintai gw (keluarga dan teman), gw dibantuin segala macam, dan gw bisa bicara dengan hati pada saat itu. Intinya tahun lalu gw dimandiin berkah melimpah, sampe tumpah ruah.
Tahun ini mulai dengan baik-baik saja, seperti biasa dengan banyak harapan dan keinginan. Tapi tahun ini Yang Menguasai Hidup mengambil sedikit apa yang Dia udah ngasih ke gw. Gw tahun ini putus sekolah akhirnya, kemudian gw bahkan hampir kehilangan jiwa gw sendiri, dan gw kehilangan beberapa teman gw karena suatu dan lain hal, ada yang permanently loss, ada yang hanya menjadi berkala, dan ada yang menjadi berjarak. Apapun itu semuanya berubah.
Pertama kali menemukan semua hal tersebut gw kaget setengah mati. Dengan marah gw pernah berpikir apakah gw sebaiknya berubah saja menjadi orang yang solitaire padahal sebenarnya gw gak bisa seperti itu. Trus kemudian waktu marah sudah lewat dan pemikiran sadar sampe di kepala (kata pepatah juga, mendengar dengan cepat, berbicara dengan lambat), gw mulai berpikir bahwa ini bukan saatnya melihat siapa yang benar atau salah, tapi bagaimana gw belajar melepaskan apa yang gw punya.
Sama seperti susahnya meraih sesuatu yang kita inginkan. Kata orang kalau pengen sesuatu yang penting sabar dan banyak berdoa, maka kalau diputuskan itu menjadi milikmu, maka pasti akan jadi milikmu. Begitu juga dengan melepaskan sesuatu yang kita sudah miliki. Karena ketika melepaskan kita membutuhkan juga kesabaran, dan banyak berdoa, supaya ketika melepaskan yang lain kita tidak hanya terpaku dengan yang terlepas itu, tapi kita terus melanjutkan perjalanan kita. Yang pasti adalah ketika kita menemukan kualitas baik dalam diri kita, apapun itu, jangan kita ubah karena sebuah peristiwa, karena suatu menurut gw, kebaikan itu tidak punya batas. Dan kata orang juga, mencintai itu kadang akan menyakitkan, tapi itu tandanya cintamu sudah tulus kalau engkau bertahan di dalamnya.

3 comments:
HAIL TO THE SURVIVOR!!! welcome back dear :)
your best post
Thanks, mba Pop... have to get through the life even it feels so bad...
MM, it's only a little light caught from the dark period. Hope I always can see the new light
Post a Comment