Friday, November 20, 2009
Bolak Balik Bikin Bingung
"Mereka pongah banget sih? Dengan baju dan sepatu yang disebutkan semua mereknya."
Dapat diterjemahkan sebagai Gw pengen tapi gw gak bisa
"Gw gak peduli dengan orang-orang itu. Mereka pikir mereka hebat, main hina seperti itu." Bisa diterjemahkan dengan Gw sakit hati dan merasa terhina
Dia tampak sangat percaya diri dan mampu menahan perasaan, bisa diterjemahkan dengan sebenarnya dia fragile dan mudah hancur.
Lalu belakangan ini gw sempat mendengar bahwa orang dari daerah Sulawesi Selatan yang terkenal terbuka, jujur dan frontal, meskipun tampaknya frontal, jujur, dan terbuka, tapi sebenarnya mereka jadi cenderung sebaliknya. Demikian juga dengan orang dari Jawa Tengah yang tampaknya halus, tidak enakan, dan kurang jujur dalam tutur kata, lebih terbuka, frontal dan jujur berkata, meskipun tampakanya kurang jujur dalam tutur kata, tidak enakan, dan halus.
Nah lho... bingung kan?
Trus kalau dipikir-pikir... kapan jujurnya orang-orang kalau begitu?
Gw secara pribadi, masih percaya, bahwa ketika orang dihadapkan dengan kepalsuan, maka dia akan palsu. Ketika dia dihadapkan dengan kejujuran maka dia akan jujur. Hanya sedikit orang yang diberkati dengan kemampuan bisa tetap palsu meskipun orang lain jujur, dan bisa jujur meskipun orang lain palsu.
Gw gak mau jadi orang yang paranoid dengan menganggap orang-orang pada jahat dan bohong sama gw. Bikin cape ati... mening sayang-sayangan... Iya gak ;)
Monday, November 16, 2009
Gak Penting.... Hanya Mau Bikin Iri
Beberapa alasan yang bisa gw kemukakan, tapi bukan pembelaan diri ya (daku memang terbukti bersalah):
- Daku sibuk sekarang, sibuk kerja (iya ngantor mulai jam 7 pagi, baru nyampe rumah lagi jam 9 malam, belum kalo harus keluar kota, sekalian jalan-jalan hehehe - ngegym aja bingung, gimana blog), belum lagi ngeberesin rumah (cieh... berlaku sebagai orang yang memiliki rumah tangga sekarang), plus bercinta (kayak sini punya kemampuan bercinta berjam-jam saja), trus jalan-jalan, pergi nonton, sikat kamar mandi, ngepel lantai, masak, dan seterusnya... ternyata berjiwa kepembantuan...
- Idenya keluar kalau gw lagi di mobil macet-macet... atau lagi ngelamun dengan yayang, atau lagi horny mau coli (masih ya jamannya coli?!?), intinya kalau ada ide pendek, kapan mau dituangkan, supaya ntar bisa ditulis di blog (alesaaaannn...)
- Ada aja yang mengganggu kalau ngebuka blog buat update, seperti facebook, download lagu, download film (menyalahkan orang lain)
Sedikit tentang having a relationship, kalau kata orang punya relationship itu gampang. Kalau kata gw SUSAH.
Kalau kata orang punya relationship itu, sederhana, kalau kata gw RIBET.
Gw udah melewati masa bulan madu. Sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya tiap bangun pagi ML. Atau tidak ada lagi yang namanya ngebatalin lunch meeting karna pengen ketemu dia. Atau tidak ada lagi yang namanya tiap jalan-jalan bajunya kembaran, atau tidak ada lagi yang namanya kalau dia bikin salah gw biarin.
Yang ada sekarang adalah. Bangun pagi buru-buru pergi ke kantor, paling makan siang baru ketemu kalau dia atau gw gak lunch meeting. Atau kalau ngga ya... malam deh baru ketemu. Kalau sempet gw jemput dia pulang, kalau ngga ntar ketemu di rumah aja ya, yang...
Kalau weekend mau jalan ama temen gw, dia mau jalan ama temen dia, silahkan... it's free time. Jadilah gw kadang keluar sama oom, dan dia keluar dengan temannya yang lesbian-in-denial.
Belum lagi kalau Sabtu kadang gw harus masuk kantor, lalu pulang kecapean dan tidur seharian, baru sorenya sempat gym bareng... trus baru makan bareng, dan langsung pulang lagi, karena gw ngantuk dan pengen tidur lagi. Semua berjalan seperti itu
Kalau kata Lucky, it's no longer a honey moon... emang sih honeymoon udah lewat. Tapi beberapa hal tetap tinggal seperti
Instead of having morning sex, we have the morning cuddling. Peluk-pelukan di pagi hari sebelum berangkat... Kadang ngobrol pendekBanyak hal-hal yang menurut gw adalah hal kecil tapi ternyata rasanya luar biasa. Kalau mau tau... mening rasain sendiri deh ;)
Kalau pulang, meskipun seringnya juga hanya ngomong pendek-pendek, tapi kenyataan (bukan khayalan) ada orang yang nungguin lo di rumah itu sesuatu yang menyenangkan.
Biar gw keluar sama temen gw dan dia nonton sama temennya, tapi sesuatu yang indah itu waktu gw pulang ke rumah dan ngobrol dengan dia, mengenai apa yang tadi gw lakukan dengan temen gw, atau sekedar denger dia cerita tentang apa yang dia nonton.
Kalau gw udah beres-beres dan kemudian dia ngotorin lagi, dan gw ngomel-ngomel dan dia akan berlanjut dengan membersihkan akan membuat gw rasanya gak tega. Rasa gak teganya itu lain.... somehow it makes my day
Saturday, September 19, 2009
Lihat ke Dalam Sebentar...
Yang artinya....
Gw kalo ngomong sering sekali dengan nada yang setengah menyentak (kan gw dari Indonesia Timur.... pembelaan ceritanya), atau gampang sekali memberikan respon kemarahan....
Tapi di antara kemarahan itu, mereka sendiri menyatakan beberapa hal:
- Gw lagi pusing dengan kondisi hubby yang sakit.... -tindakan dimaklumi-
- Gw juga lagi overload dengan kerjaan di kantor.... -tindakan sekali lagi dimaklumi-
- Gw harus mengatasi banyak hal dalam hubungannya dengan bisnis.... -tindakan terus dimaklumi-
- Gw kurang bersenang-senang.... -tindakan masih dimaklumi-
Semua hal dimaklumi oleh teman-teman gw. Ugh... they are very understanding. Untuk banyak hal mereka selalu memberikan pengertian yang luar biasa besar.
Sangat memalukan sementara saya sendiri jarang memaklumi sikap dan tingkah laku orang lain...
- Mobil orang ngegunting jalur saya aja... langsung omongannya koprolll....
- Dimintain jalan pake dim dari belakang... kepalanya rasanya emosi
- Orang terlambat dikit merespon kegagalan dalam bisnis... berhari-hari sudah kepalanya mendidih...
Mungkin saya perlu banyak meminta maaf dan introspeksi diri.... Lihat ke dalam diri sebentar...
Mohon maaf ya temans... Maafkan lahir dan batin.... sekalian mengucapkan "Selamat Idul Fitri" bagi semua yang merayakan
Sunday, September 06, 2009
Maunya Apa?
Hari minggu gw seharian di rumah. Keluar rumah hanya untuk ke gereja pagi-pagi, trus sisanya di rumah. Sayang-sayang dengan hubby, nungguin dia tidur, gw buka internet, terima telepon dari orang, dan terima telpon dari orang. Jadi sementara dia tidur, gw nelpon.
Semua telpon berbicara tentang update kehidupan penelpon yang miserable
Telepon pertama:
Istri salah seorang yang gw kenal lumayan dekat memberitahukan bahwa suaminya di hari Kamis minggu yang lalu menelan semua pil yang ada di rumahnya sampai tidak sadarkan diri. Dia kemudian ditemukan oleh salah seorang staf kantornya yang menganggap kelakuannya di siang hari sebelum menelan pil tersebut cukup aneh. Tidak biasanya dia pulang kantor pada pukul 2 siang. Tidak biasanya dia merengut seharian tanpa berbicara sama sekali. Tidak biasanya dia tidak memperhatikan detil.
Alasannya menelan pil tersebut? Dia tidak tahu apa yang akan dihadapinya di masa yang akan datang. Dia sudah kehilangan semangatnya. Bahkan terhadap anak-anaknya.
Telepon kedua:
Salah seorang wanita yang sudah gw kenal lama, dengan kondisi perkawinan yang morat-marit, dalam perjalanan menuju perceraian, menyatakan jika dia sedang patah hati. Beberapa saat yang lalu dia bertemu dengan seorang duda yang dianggapnya bertanggung jawab. Si duda kemudian mengajaknya berkencan. Kemudian setelah beberapa minggu (2 minggu tepatnya), si duda terpercaya tersebut menyatakan kalau dia tidak siap dengan hubungan, karena dia baru saja mengakhiri sebuah hubungan yang buruk beberapa bulan sebelumnya.
Ratapan si wanita tersebut? "Gw hanya ingin sebuah hidup yang bahagia, dengan orang yang dapat gw percayai, dengan cinta dan perasaan yang bahagia? Lalu kenapa gw selalu jatuh pada laki-laki brengsek?"
Beberapa di antara kita mungkin pernah
Jatuh cinta lalu dikhianati
Menanti cinta tetapi tidak kunjung datang
Bertemu cinta tetapi ternyata kesehatan mereka terganggu
Menyatu cinta, tetapi ditekan untuk menikah
Sudah menikah, tetapi dipertemukan dengan kematian
Lalu… kalau begitu tujuannya apa? Seringkali hidup adalah misteri, dan misteri tersebut bukan untuk dimengerti oleh akal pikiran manusia.
You were wearied by all your ways,
but you would not say, 'It is hopeless.'
You found renewal of your strength,
and so you did not faint. (Isaiah 55:8)
Friday, August 07, 2009
Recharging
Waktu gw kecil, bokap gw selalu pulang untuk makan siang bareng kami di rumah, dan kemudian berangkat lagi ke kantor setelahnya. Setiap hari kerja, kecuali jika beliau harus pergi mengajar di tempat yang jauh, atau sedang tugas luar kota, atau sedang ada meeting. Tapi pada sebagian besar waktu yang gw tau, bokap gw selalu ada di rumah untuk makan siang bersama kami.
Ketika gw sudah agak besar, gw mulai bisa merasakan betapa melelahkannya menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sebuah kota kecil, tempat tinggal kami. Perjalanan 15 menit dengan kegilaan kendaraan bermotor dan roda tiga saling memotong jalan… untuk sebuah istirahat yang hanya satu jam?
Istirahat makan siang yang dilakukan oleh bokap gw juga untuk kebanyakan waktu dilakukan dalam diam. Jadi beliau hanya diam mendengarkan kami berbicara, atau diam mendengarkan nyokap gw berbicara, mengeluarkan sepatah kata pendek untuk menimpali kami, atau semuanya diam karena gw (mungkin kakak-kakak gw tidak) takut dengan beliau. Jadi most of the time sebenarnya duduk di meja makan itu bersifat mengerikan bagi gw…
Beberapa kali gw pernah bertanya kepada bokap gw, "Kenapa sih mau repot-repot pulang makan ke rumah? Kan cape di jalan…"
Jawabannya ada beberapa versi
Pertama
"Hemat… makan di rumah bisa menghemat pengeluaran…" tapi tanggapan gw bakalan, "Kan bisa buat bekal untuk dibawa pagi-pagi"… dan semua berlanjut tanpa jawaban lebih jauh
Kedua
"Supaya anak-anak bisa berkomunikasi dengan orang tua. Komunikasi bisa dibangun di meja makan." Dan tanggapan gw dalam hati, "Sebagian besar waktu juga kita diam. Sering gw malah ketakutan."
Ketiga
"Kalau makan di kantor tidak tenang. Biasanya sambil makan akan sambil membicarakan pekerjaan. Kalau di rumah tidak ada pembicaraan tentang pekerjaan." Dan tanggapan gw dalam hati, "Lah biasanya nyokap juga membicarakan pekerjaan, bertanya tentang hari di kantor."
Keempat
(kalau suasana hatinya lagi romantis dengan nyokap), "Buat ketemu mami kamu lah." Sambil giggling… lalu tanggapan gw, "Kan nanti malam juga ketemu…"
Kelima
…. Tidak dijawab… hanya diberikan kalimat, "Suatu saat kamu akan mengerti sendiri."
Lalu sampai suatu saat gw pindah dari rumah, berpacaran, putus, pacaran lagi, bertambah usianya setiap hari, ketemu dengan banyak orang, ditipu oleh pacar, merasa tidak cocok dengan pasangan, punya banyak teman, dan akhirnya punya pasangan yang bisa diandalkan… dan ternyata kami mempunyai "ritual makan siang"
Kebiasaan bertemu kami bermula dari makan siang, dan ini berlangsung mulai dari seminggu dua kali, menjadi seminggu tiga kali, kemudian menjadi seminggu empat kali, menjadi setiap hari dalam seminggu. Saya sudah hampir tidak pernah makan di kantor lagi, kecuali memang salah satu dari kami berhalangan untuk urusan pekerjaan yang sangat penting.
Dan kemudian terjawablah semua pertanyaan gw waktu kecil kepada bokap gw
"Kenapa mau repot-repot meninggalkan kantor untuk makan siang di rumah?"
Atau kalau dalam versi gw, "Kenapa mau keluar dari kantor (either dia maupun gw) untuk makan siang bareng di tempat lain?"
Gw hanya bisa bilang, "Itu ya, Pap…"
Dan jawabannya hanya pendek, "Makan siang bersama itu akan me-restart energi hari itu dari awal."
Semua menjadi seperti pagi hari lagi, dengan tenaga baru untuk kembali bekerja menghadapi kegilaan paruh kedua hari.
Wednesday, August 05, 2009
Do You Care
Kaos V neck sepasangKemeja sepasangCelana kargo sepasangGelang sepasangKaos kaki sepasangSampe celana dalam pun sepasang
Kegiatan pertama:Makan di Koko Bogana Cipaku... makanannya enak. Mbak-mbak dan mas-masnya ngelayanin kita makan seperti biasa... gak ada pandangan luar biasa atau aneh, melihat kita berdua berpakaian seperti itu.Kegiatan kedua:Ke bengkel bayar perbaikan mobil di Kebon Jeruk... mas yang nerima kami di sana juga tidak menunjukkan raut wajah aneh melihat kami berdua dengan pakaian yang sama dan omongan dengan aku dan kamu... Waktu bayar di kasir, ketika kartu kredit gw bermasalah, dan lelaki yang menutup mata gw dari belakang itu menawarkan menggunakan kartu kreditnya, dan gw tolak, tidak memberikan pandangan spesial dari mbaknya... (atau ada kali tapi gw juga gak terlalu peduli)Kegiatan berikutnya:Ke fx untuk makan siang... sama juga... gak ada tuh yang memperdulikan kita... semua tampak biasa-biasa aja kali (mungkin karna di mall kali ya... banyak cong-cong yang lebih ngondek dan obvious berkeliaran...)Kegiatan keempat:Ke QFF... ya iyalah... kita di sini diperhatiin... secara cong berdua berpasangan... sambil pegang-pegang dan peluk-peluk... dan aku kamu... pokoknya gesturenya udah gak tertahankan aja waktu ituKegiatan kelima:Ke Grand Indonesia untuk acara ulang tahunnya salah satu sahabat kami. Di sana jalan aja keliling, sebelahan, duduk sebelahan... kadang-kadang sedikit bersentuhan, bersenggolan, merangkul ringan, ketawa kecil... dan kelihatannya juga gak ada yang notice, or even care about it...
Monday, July 27, 2009
Pulang Juga AKHIRNYA!!!
Hari Minggu… hari kepulangannya dari liburan panjang yang sudah direncanakan bertahun-tahun (lebay! Kalo kata si oom lebay = daysandminds, tidak lebay = gw gak kenal) lalu. Dari pagi gw berusaha untuk gak mikirin jam berapa ya sekarang. Untungnya malam minggunya abis dugem sampe jam 3. Jadi ceritanya ngantuk… tapi ngantuk-ngantuk juga matanya kebuka aja gitu jam 6 pagi… guling-guling… berpikiran kotor, berdoa… segala macam dilakukan, tetep aja gak bisa bikin gw tidur…
Gw akhirnya pergi gereja jam 9, dan seperti biasa selesai jam 10an, trus pulang makan… eh ternyata ketiduran… dan hebatnya… gw tidur sampe jam 3 sore… wah enak banget tidurnya… gak pake mimpi, hanya kebangun setiap BBM bunyi, atau ada telpon masuk… yang lain-lain gw langsung tidur dengan nikmatnya… Asli nikmat…
Bangun-bangun udah sore, pergi ngegym. Tepatnya sejak pagi sebelum tidur, dan setelah tidur gw gelisah… Kenapa gelisah? Aduuh pikirannya campur aduk… Gw sendiri sampe ngga jelas kenapa gw gelisah… Call me stupid, but these are my stupid minds:
- H1N1 worries me… meskipun di kantor gw bolak balik bertemu dan menenangkan orang-orang dengan H1N1, ternyata gw kesulitan untuk menenangkan diri gw sendiri
- Gw kok worry kalo dia ternyata merasa I'm not that interesting karna dia baru pulang dari tempat yang begitu gemerlapan…
- Waktu dia pulang, ternyata perasaannya tentang gw yang ada sebelum pergi hilang…
Dalam perjalanan menuju airport, gw bisa melihat pesawat dari kejauhan turun… It's his flight… I drove 120km/hr… Afraid for getting late… with all the crazy thoughts…
Gw nunggu sambil was was di arrival… Duuh lama
Sampai akhirnya orang yang gw tunggu dengan was-was keluar dengan baju t-shirt ungu, bercelana pendek…
Tersenyum hangat
Gw dipeluk erat
Matanya menenangkan
Hilang semua pikiran gila gw… hilang tidak berbekas
Gw yakin bahwa memang gw nungguin dia… Whatever it is…
We just have to be sure, that we will face everything together in the future…
